Gerhana bukan karena kematian

image

“Awas gerhana” kata temanku
“Beli kacamata dulu” ajak teman yang lain
“Ga usah, lihat di pantulan air saja” saran yang lain
“Berbahaya itu, lihat di tivi saja” saran yang lain lagi

Banyak temanku yang heboh persiapan menyambut datangnya gerhana matahari tanggal 9 maret 2016, ada yang berencana nonton bareng di tugu yogyakarta, ada yang sibuk mencari kacamata, ada pula yang dari awal menghimbau untuk menjalankan sholat gerhana di masjid.

image

Dan masih ada yang mensikapi gerhana matahari dengan ketakutan masa kecil akan akibatnya terhadap mata yaitu kebutaan, namun ada juga yang mensikapi dengan ketakutan sebagaimana Rasulullah takut akan datangnya gerhana matahari sebagai pertanda awal akan datangnya kiamat, dan alhamdulillah tidak ada yang berfikir bahwa gerhana matahari ini terjadi karena adanya kematian. Dan memang gerhana matahari terjadi bukan karena kematian.

Sungguh indah doa yang dishare teman di grup whatsapp yang bisa kita jadikan perenungan dan introspeksi diri. Mari kita amini doanya berikut ini.

Bismillah….

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan Bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi ulil albaab…

Yaitu orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri dan duduk, dan dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi sambil berkata: “Ya Tuhan kami, Engkau tidak menciptakan ini dengan sia-sia! Maha Suci Engkau! Maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Nabi SAW suatu subuh pernah menangis ketika menerima wahyu ayat tersebut. Kemudian Bilal datang dan bertanya, “Wahai Rosululloh, kenapa Anda menangis, padahal Alloh Swt. telah mengampuni dosa-dosa Anda baik yang terdahulu maupun yang akan datang?”
Nabi menjawab, “Apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang bersyukur kepada Alloh Swt.?” dan bagaimana aku tidak menangis, pada malam ini Alloh Swt. telah menurunkan ayat kepadaku. Kemudian Rosululloh berkata, “alangkah ruginya dan celakanya orang-orang yang membaca ayat ini tetapi tidak merenungi kandungannya.”

Hadis riwayat Mughirah bin Syu`bah radhiyallahu ‘anhu., ia berkata:
Pada masa Rosulullah SAW. pernah terjadi gerhana matahari pada hari kematian Ibrahim. Lalu Rosululloh SAW. bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Alloh. Keduanya tidak gerhana disebabkan kematian atau kelahiran seseorang. Oleh sebab itu, apabila kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Alloh dan tunaikan sholat hingga matahari nampak kembali”.
(Shohih Muslim No.1522)

Ya Robb….gerhana yg akan kami alami ini adalah anugrah & nikmat-Mu…kami diberikan kesempatan untuk menjalankan sunnah Nabi-Mu, mendirikan sholat gerhana…sunnah yg sangat langka kami lakukan, bahkan mungkin kami tak memiliki kesempatan lagi untuk melakukannya…bukannya malah berlomba-lomba untuk melihat gerhana karena kesempatan yg sangat langka untuk melihatnya…..melakukan berbagai macam cara untuk bisa melihatnya…

ampuni kami Ya Robb…menjalankan sunnah Nabi-Mu lebih berharga dari hanya sekedar melihatnya….menikmati gerakan pergerakan sholat, bukan menikmati pergerakan matahari..menikmati dari bacaan ke bacaan di dalam sholat, bukan memandang totalnya gerhana dgn berbagai perlindungan….

Gerhana memiliki efek bahaya bagi kami jika memandangnya, bukan berarti kami menantangnya dgn berkacamata…namun kami akan berlindung pada Akbar-Mu…dgn mengagungkan-Mu…karna perlindungan-Mu lebih besar dari bahaya gerhana..lebih besar dari besarnya keinginan kami untuk melihat gerhana..

Ya Alloh…kami tak ingin menjadi manusia yg membuat Nabi kami yang sangat kami cintai menangis karena kebodohan kami….
kami tak ingin termasuk yg beliau tangisi, hingga mata beliau sembab karena tak mengikuti caranya dalam menyikapi fenomena alam….kami akan sangat rugi jika saat gerhana tak mengikuti cara Nabi utusan-Mu…karena gerhana adalah bagian tanda-tanda alam, dan Nabi kami memberikan cara untuk menyikapinya…
kami akan sambut gerhana dgn menjalankan sunnah-nya…sunnah yang sangat langka di singkatnya usia kami di dunia…sesungguhnya Engkau Maha pengampun, ampuni kami…

Sahabat, semoga kita masih diberikan usia untuk menjalankan sunnah Nabi SAW dalam menyikapi gerhana.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s