Belajar kearifan dari seniman

image

“Aku lagi dirumah pak nasirun” pesan wa.ku ke temanku sma
“Dia pelukis, rumahnya dekat rumah, kau tahu khan” lanjutku
“Iya, kui teman seangkatan, pelukis top banget dia” jawab temanku

Itu sepenggal percakapan via wa dengan temanku sma yang perupa disela kegiatanku menemani karyawati kantor yang tergabung dalam wadah XT di rumah pak nasirun.

image

Semula rencanaku hanya just say helo dengan teman-teman kemudian bezuk anak teman yang opname di rs sarjito. Rencana-tinggal rencana, kenyataan bicara berbeda, perkiraan acara di rumah pak nasirun akan bisa kutinggal sebelum jam 11, ternyata rombongan datang terlambat satu jam.

Ya sudah, aku berusaha menikmati acara semampuku. Ternyata aku benar-benar menikmati, karena pak nasirun orangnya lucu, setiap kali menjelaskan beliau tertawa dan menutup mulut dengan tangan, kadang juga dengan rambutnya yang panjang.

image

Beliau sangat antusias menerangkan setiap sudut rumah dengan lukisan yang menempel di dinding. Dan yang paling kusukai adalah ketika bercerita tentang asal usul koleksi tanamannya ataupun upayanya untuk “menyelamatkan” mata air….walau dikepalaku berputar segudang tanya…bagaimana bisa dikatakan “menyelamatkan” mata air kalau itu kemudian dialirkan ke kolam renang dan kolam ikan, sementara kolam renang bukan untuk umum. Sedang dikepalaku terbayang saat kecil berenang di sungai kemudian mandinya di “belik” sebuah mata air ditepi sungai.
Tapi pertanyaanku tak terjawab karena aku tak sempat minta waktu untuk dijelaskan. Semoga lain waktu aku bisa bermain lagi kesini.

image

Pak nas, kalau Pupuk aliran apa? Tanyaku
Wow, pupuk itu realis, dia pelukis top, kelas internasional dia. Jawab pak nasirun.
Aku terpana oleh jawaban beliau, dan langsung ku kirim wa ke temenku dengan bunyi
“Ternyata seniman itu saling memuji ya”
“Seniman itu suka membual” jawan temenku

Aaahhhaaa…kusadari…bahwa dunia mereka dunia yang tidak terganggu hiruk pikuk keramaian dunia…fokus, istilah pak nas.
Mereka mensyukuri nikmat pemberian sang Pencipta dengan fokus menghasilkan karya.

image

Tak terasa acara yang mestinya cuma sejam jadi 2 jam, bahkan ketua rombongan bilang, biasanya pak nas cuma nyambut diawal trus yang jadi guide istrinya, namun kali ini 2 jam penuh pak nas yang bercerita, istrinya juga menemani menjawab pertanyaan teman-teman yang tidak kebagian tempat bertanya pada pak nas.

Terima kasih pak nas, semoga karyamu semakin bermakna dan bermanfaat buat sesama dan alam semesta.

image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s