Pernahkah sakit gigi…kapankah ke dokter gigi saat puasa begini

image

Dua minggu puasa ini kujalani dengan nikmat sehat berupa gigi cenut-cenut dan kepala cekot-cekot. Padahal sejak sebelum puasa aku sudah persiapan dengan periksa ke dokter kantor, memang bukan dokter gigi sichhh, dengan keluhan gusiku ada benjolan tetapi tidak bengkak.

Maka aku diberi obat untuk 3 hari, obat habis gusiku masih sakit, balik lagi minta obat ke dokter,  kebetukan dokter jaganya ganti, obatnyapun ganti, dokternya pesan kalau belum sembuh diminta kembali.

image

Obat kuminum sampai habis, tapi gusiku masih terasa sakit meskipun benjolannya tidak ada lagi. Sepulang bukber bersama teman kuliah sari yang kebetulan lagi mudik dari mukimnya di Houston sakitku tak tertahan, maka aku mampir ke apotik untui beli obat, obat inipun habis, gusiku masih sakit dan parahnya gigi geraham paling ujung mulai terasa cenut2, sakit ini sangat menggangu kelincahan gerak dan bicaraku, apalagi sedang puasa juga.
Waktu kutanya kolegaku yang dokter gigi, obat untuk sakit gigiku, beliau kasih jenis obat dan berpesan segera ke dokter gigi.

Aku harus ke dokter gigi, tapi kapan waktunya, khan sedang puasa. Bagaimana dengan puasaku nanti kalau ada tindakan terhadap gigiku.

Dalam kebingunganku, aku dapat kiriman wa dari muslimafiyah tentang hukum berobat ke dokter gigi saat puasa yang sangat tepat waktu datangnya.
Biar manfaatnya bisa juga diambil oleh banyak orang, maka artikel tersebut kuposting 100% persis yang kuterima berikut ini.

# Hukum Berobat Ke Dokter Gigi Ketika Puasa

Tidak membatalkan puasa karena tidak sampai masuk cairan seperti makan minum, jika ada hanya sedikit dan dimaafkan. lebih baik lagi jika periksakan malam hari.

Hal ini cukup sering ditanyakan, karena periksa ke dokter gigi banyak intervensi terhadap mulut, seperti membilas, menyuntik anestesi dan mencabut gigi yang mengeluarkan darah. Bagaimana jika tidak sengaja tertelan air bilasan? Apakah suntikan membatalkan puasa? Apakah darah yang keluar membatalkan puasa?

Pertanyaan diajukan kepada syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah,

س: إذا حصل للإنسان ألم في أسنانه، وراجع الطبيب، وعمل له تنظيفا أو حشوا أو خلع أحد أسنانه، فهل يؤثر ذلك على صيامه؟ ولو أن الطبيب أعطاه إبرة لتخدير سنه، فهل لذلك أثر على الصيام؟

Jika seseorang mengalami sakit gigi kemudian pergi ke dokter gigi, dokter kemudian membersihkan dan mencabut salah satu giginya. Apakah berpengaruh terhadap puasanya? Seandainya dokter memberikan suntikan anestesi, apakah ada pengaruhnya terhadap puasa?

ج: ليس لما ذكر في السؤال أثر في صحة الصيام، بل ذلك معفو عنه، وعليه أن يتحفظ من ابتلاع شيء من الدواء أو الدم، وهكذا الإبرة المذكورة لا أثر لها في صحة الصوم؛ لكونها ليست في معنى الأكل والشرب. والأصل صحة الصوم وسلامته.

Jawaban:

Tidak ada dari apa yang engkau sebutkan yang bisa mempengaruhi sahnya puasa (membatalkan). Bahkah hal tersebut dimaafkan (diberi keringanan). Wajib baginya menjaga diri dari menelan sesuatu berupa obat atau darah. Demikian juga suntikan yang disebutkan, tidak ada pengaruhnya pada sahnya puasa. Karena statusnya bukan semakna dengan makan dan minum. Hukum asalnya adalah puasa sah dan selamat (dari pembatal).[1]

Dan dianjurkan juga sebaiknya memeriksakan diri ketika malam hari karena lebih selamat.

Berikut Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah,

Pertanyaan:

يحتاج طبيب الأسنان لإعطاء المريض إبرة في الفملتخدير الموضعي، وهي غير مغذية، فهل يؤثر ذلك في الصيام؟ علما بأن المريض قد يستطيع تأجيل العلاج إلى الليل أو حتى بعد رمضان.

Dokter gigi perlu memberikan suntikan anestesi lokal kepada pasien, suntikan ini tidak mengenyangkan (semakna makan dan minum). Apakah berpengaruh terhadap puasanya? Perlu diketahui bahwa pasien tidak bisa menunda pengobatan hingga malam (mungkin sakitnya tidak tertahan, pent) atau ditunda sampai setelah Ramadhan.

ج: لا بأس بإعطاء الصائم إبرة للتخدير الموضعي في الفم وغيره من أجل العلاج؛ لأنها ليست مغذية.

Jawaban:

Tidak mengapa memberikan suntikan anestesi lokal di mulut untuk pengobatan karena bukanlah semakna dengan makan dan minum.[2]

Catatan:

-suntikan yang tidak mengenyangkan seperti suntikan antinyeri tidak membatalkan puasa,

-darah yang keluar tidak membatalkan puasa, karena dikiaskan dengan bekam. Pendapat yang menyatakan bahwa darah yang keluar tidak batal jika tidak banyak dan membuat tubuh lemah.

Demikian semoga bermanfaat

Penyusun:  dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

[1] Majmu’ Fatawa bin Baz, syamilah

[2] Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 9/200, syamilah

Hukum Berobat Ke Dokter Gigi Ketika Puasa

image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s