Mungkinkah tetap ngejus di bulan puasa

jus kulit manggis-apel-bit“Wach…program ngejusku amburadul selama puasa” tulis sahabatku di facebook beberapa waktu lalu. Dan kini bulan suci Ramadhan tinggal 7 hari lagi. Ya, sejak aku “ngeh” akan banyaknya manfaat mengkonsumsi jus secara rutin setiap hari, aku mengajak sahabatku  itu untuk menjalani program ngejus setiap hari. Sehingga kami selalu berbagi resep ngejus, agar tidak bosan. Harus membuat strategi khusus untuk makan dan minum dibulan puasa.

Bahkan kami juga berbagi teknik untuk mengatasi nafsu makan dan bobot yang naik akibat program ngejus mulai kami jalani. Ya, kami menemukan bahwa ternyata dengan ngejus rutin membuat kita jadi lebih bugar, akibatnya nafsu makan melambung sehabis ngejus. Aku merasa agak aneh sebenarnya dengan kenyataan ini, tapi sampai sekarang belum sempat berselancar mencari info penyebabnya…hehehehe…padahal ya tidak sibuk-sibuk amat lhoo koq ya belum sempat juga berselancarnya.

jus campurSeperti sahabatku, akupun sempat bingung selama 2 hari awal puasa untuk menjalani program ngejus itu, tapi dihari ketiga aku sudah mulai menemukan pola ngejus yang akan kubagi dalam tulisan ini.

Kalau sebelum puasa, aku ngejus rutin di sore hari sepulang kantor – diawal menerapkan program ngejus sich sempat 2 kali sehari, yaitu pagi sebelum berangkat kerja dan sepulang kerja – tapi karena harus B2W, ngejus pagi hari menjadikan aku selalu terburu-buru, dan ini suasana yang aku benci, maka akhirnya cukup dilakukan sore hari saja. Nach, saat puasa tiba jadi kagok juga kalau harus ngejus, mengingat sore sudah kebanyakan menu di meja makan, sementara sahur waktunya pendek, tapi setelah membaca artikel “jus sayur buat sahur” di tabloid gaya hidup sehat, akhirnya kudapatkan juga pola ngejusku.

Ngejus yang biasanya kulakukan di sore hari, di bulan puasa ini, kuganti menjadi sebelum sahur setelah seperti biasa aku minum segelas air jeruk nipis hangat yang dicampur madu. Menyiapkan jus buah dipagi hari tidak lama koq, paling-paling kurang dari 10 menit.

Berikut tips ngejus selama puasa:

  • Minum jus sebelum makan. Seperti saran pakar gizi, sebaiknya buah dikonsumsi sebelum makan menu utama, mengingat waktu mencerna buah lebih lama dibanding mencerna karbohidrat. Namun kalau khawatir lambungnya tidak kuat, jus bisa diminum setelah makan utama.
  • Pilih buah yang bisa dijus dengan kulitnya. mengingat waktu sahur yang sempit maka sebaiknya pilih buah yang bisa dijus dengan kulitnya seperti apel, pir, blimbing, strawberry dan jambu, bukan buah yang memerlukan penanganan lama seperti sirsat. Kalau terpaksa memakai buah yang harus dikupas, pilih yang mudah mengupasnya seperti pisang, pepaya, melon dan semangka. Sebaiknya kalau ngejus semangka, daging putihnya diikutkan karena kandungan vitaminnya banyak terdapat disana. Begitupun kalau ngejus papaya, sebagian biji bisa diikutkan tapi jangan terlalu banyak, karena rasa jus akan berubah menjadi pedas.
  • Campur dengan sayur. Pilih sayur yang mudah diproses dan tidak beraroma kuat seperti sawi putih, sawi hijau, bayam, lobak, bit, tomat, wortel, brokoli. Atur komposisi buah dan sayur yang sesuai dengan selera. Karena campuran yang tidak sesuai dengan selera anda akan membuat anda malas meminumnya atau bahkan tidak doyan. Jangan ragu untuk bereksperimen terhadap ragam buah dan sayur yang ingin anda campur, temukan kesenangan setelah mendapatkan komposisi yang tepat dan nikmat untuk anda dan keluarga.
  • Tambah yoghurt atau kefir. Kandungan bakteri lactobacillus dalam yoghurt dapat membantu memperbaiki kerja pencernaan selama puasa. Kalau tidak suka rasa asam dari yoghurt murni, bisa diganti dengan yoghurt dengan berbagai rasa yang mudah ditemukan di supermarket. Kelebihan lain, yoghurt akan membantu memperbaiki fungsi hati dengan membantu memproduksi interferon yang dibutuhkan tubuh untuk melawan virus hepatitis.
  • Campur beragam buah. Agar kebutuhan keragaman buah terpenuhi, maka sebaiknya kita membuat jus dari campuran berbagai macam buah, syukur-syukur bisa 5 ragam buah dalam satu kali ngejus. Usahakan kombinasi rasa yang nikmat antara manis dan asam. Warna merah bisa didapat dari papaya, tomat ataupun strawberry, jadi selain nikmat tampilannyapun juga menarik. Bahkan menurut penelitian kadar vitamin C dalam pepaya adalah 48 kali lipatnya buah apel. Ditambah lagi dengan kemampuan cerna enzim pepaya, bisa dengan cepat mengeluarkan racun dalam tubuh, sangat bagus bagi kesegaran kulit dari dalam.
  • Ganti gula dengan madu. Sebaiknya ngejus tanpa tambahan pemanis, manisnya rasa jus bisa didapat dengan menggunaan nanas, pisang, ataupun menghindari buah yang masam, tetapi kalau tidak bisa meninggalkan pemanis, ganti gula dengan madu, selain bisa menambah stamina madu juga tidak secepat gula dalam menaikkan gula darah.
  • Proses dengan blender. Agar manfaat serat buah bisa diambil dan waktunya menyiapkan tidak lama, maka sebaiknya gunakan blender sebagai gantinya juicer.

Selamat ngejus. Semoga tetap fit selama puasa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s