Bagaimana mengatur porsi makan selama puasa

mia jawa“Ayo tarawih ke masjid” ajakku pada keponakanku yang sedang berlibur ke rumah orang tuaku.

“Perutku sakit, aku shalat dirumah saja” jawab keponakanku

“Sakit apa kekenyangan?” tanyaku selanjutnya

“Kekenyangan” jawabnya sambil ketawa malu-malu

Kebayang kejadian lucu itu pada puasa yang telah lalu, akankah kali ini keponakanku akan kekenyangan lagi setelah puasa….hmmmmm….jadi pingin  tahu nich…

sup cakar ayam Itu sebuah kejadian yang sangat umum terjadi dibulan Ramadhan. Setelah seharian lapar dan haus menjalani puasa, akhirnya saat berbuka tiba adalah balas dendam untuk makan dan minum, sehingga akibatnya bukannya bugar tapi malah sakit perut dan kalau ke masjid untuk sholat tarawihpun rasanya mata tak mau diajak kompromi.

Seyogyanya kita mampu mengatur perilaku ataupun pola makan dan minum saat berbuka dan saat sahur. Jangan sampai kita malah balas dendam dalam urusan makan dan minum hanya karena kelaparan seharian. Sebaiknya berbuka tidak langsung mengkonsumsi makanan berat, karena hal ini akan memperberat kerja lambung yang sudah seharian beristirahat. Sebagaimana di sunahkan Rasul, agar kita berbuka dengan makanan manis, hal ini dimaskudkan agar energy kita yang hilag segera kembali tanpa harus kekenyangan. Kita perlu mengatur strategi makan dan minum selama bulan puasa. Ngejus selama bulan puasa juga perlu tetap dipertahankan.

Nach, agar kita terhindar dari kekenyangan sesaat sesudah berbuka, aku akan kutipkan tulisan Prof Dr. Made Astawan, ahli tehnologi pangan dan gizi IPB di tabloid Gaya Hidup Sehat.

Pengaturan waktu dan porsi pangan:

supSaat berbuka: 10-15% dari kebutuhan energy harian dengan mengutamakan makanan dan minuman manis karbohidrat sederhana seperti es kacang merah, kolak, bubur kacang hijau, kurma, segelas the manis

30 menit setelah berbuka: 30-35% dari kebutuhan energy harian dengan menyantap makanan utama lengkap, karbhidrat komplek seperti nasi komplet dengan lauk pauknya

Sesudah Tarawih atau sebelum tidur: 10-15% dari kebutuhan energy harian dengan mengutamakan karbohidrat, hindari serat dan protein tinggi seperti biscuit, roti putih, wafer, dan segelas susu hangat

Saat Sahur: 40-45% dari kebutuhan energy harian dengan menyantap makanan utama lengkap, karbohidrat komplek dan serat seperti sepring nasi komplit dengan lauk pauk, buah dan segelas susu.

Jangan lupa untuk mengatur pola minum agar kebutuhan cairan kurang lebih 8 gelas sehari bisa terpenuhi.

Selamat mengatur pola makan selama puasa Ramadhanmie godog

Iklan

6 thoughts on “Bagaimana mengatur porsi makan selama puasa

  1. lazione budy Juni 11, 2015 / 8:27 am

    jangankan keponakanmu, saya aja sering.
    Hehe…

    • purwatiwidiastuti Juni 11, 2015 / 8:32 am

      hehehe….perlu latihan berulang kali yaaa

  2. Sucipto Kuncoro Juni 24, 2015 / 5:17 am

    Karena udah menahan lapar seharian, biasanya orang suka khilaf kalau liat makanan takjil, hehe.. Terimakasih tipsnya 😉

    • purwatiwidiastuti Juni 24, 2015 / 1:22 pm

      Pak sucipto kuncoro,
      Iya, kebanyakan gitu ya
      Semoga tipsnya bermanfaat
      Salam sehat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s