Mengelola ambeien kambuh dengan mengelola BAB

image

“Sudah kebelakang” tanya teman seperjalananku dinas ke lokasi hutan di Pulau Laut Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur minggu lalu
“Belum” jawabku pendek
“Kau sudah” tanyaku balik
“Belum juga” jawab temanku

image

Ya selama perjalanan dinasku ke hutan Kalimantan ini memang belum bisa menunaikan kewajiban ke belakang alias BAB selama beberapa hari ini, padahal kalau sedang di rumah sehari bisa 2 sampai 3 kali kebelakang.

Hal ini mungkin disebabkan asupan makanan yang banyak daging kurang serat, dan perjalanan dengan kendaraan melewati jalan-jalan yang naik turun dan jalan berlobang, khas jalan kebun yang biasa kulalui, namun kali ini jalan hutan.

image

Setelah 3 hari aku berhasil ke belakang, alhasil tinjanya keras dan keluar agak susah, jalannyapun terasa perih. Aku sadar, pasti jalan yang dilalui robek, ambeienku muncul kembali, luka, tapi sedikit karena tidak ada darah yang melekat di tinja maupun menetes. Tapi rasa perih yang kurasakan bisa sebagai pertanda ada luka. Dan memang benar, karena saat selesai kubersihkan dan kukeringkan dengam tisu ada garis merah sedikit di kertas tisu yang putih itu.

Aku tahu bahwa solusinya harus dengan jeruk nipis dipagi hari, namuh karena sedang di lapangan aku tidak ingin repot bila tiba-tiba harus BAB ditengah hutan. Maka jeruk nipis hanya kukonsumsi dengam cara kuiris kecil-kecil dan kumasukkan ke dalam botol minuman yang kubawa masuk ke dalam hutan. Solusi ini tidak berefek banyak tapi minimal BAB ku bisa tetap kulakukan tiap pagi dan luka tidak semakin besar alias ada darah menetes.

image

Seminggu berlalu,  saatnya kembali kerumah, namun karena hari berikutnya adalah saat puasa tasua dan asyura maka program menggenjot jerut nipis harus kutunda selama 2 hari. Selama puasa aku berusaha untuk makan hanya yang berserat agar tinjaku lunak. Dan perbanyak minum jus. Alhamdulilah, BAB ku sudah rutin hanya belum lancar seperti sedia kala.

Hari ke 3 setelah selesai puasa kurendam 1, 5 butir jeruk nipis kedalam air panas sampai air dingin. Setelah air dingin, kemudian air kubuang dan jeruk kuiris-iris dan kutuang air kedalam gelas sampai penuh. Karena sudah direndam dalam air panas rasa air jeruk nipis ini tidak hanya masam tetapi juga agak pahit atau pengar dalam bahasa jawa. Setiap air habis kutambahkan lagi air sampai penuh.

Alhamdulillah pagi ini BABku sudah lancar dan tidak ada rasa perih sama sekali, bibir anuspun sudah menutup agak manis, semoga jeruk nipis hari ini bisa membuat BAB lebih lembut dan bibir anus menutup dengan manis.

Semoga bermanfaat

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s