Darimana tifus ini kudapat

pink sandal“Pingin makan apa jeng?” Tanya sahabatku
“Terserah saja, apa saja aku mau” jawabku
“Jangan terserah, mau makan bebek apa ayam” tanyanya lagi
“Semuanya aku suka, yang penting ada sayurnya” timpalku kemudian
“Atau mau ke warung made” tawar sahabatku
“Boleh juga tuch, aku belum pernah kesana” jawabku antusias
Itu sepenggal percakapanku dengan sahabatku akhir bulan lalu di Bali.

Warung made, seperti kebanyakan warung di Bali, interior desainnya memanjakan mata wisatawan asing akan kekayaan alam Indonesia. Aku suka, begitupun dengan menu unggulannya nasi campur dan sate lilitnya, kecuali porsinya yang terlalu besar untukku, sehingga perut kecilku tak mampu menampung nya.

Selesai makan siang, yang sama-sama tak mampu menghabiskan menu yg dipilih, kami jalan-jalan menikmati suasana Kuta dari keramaian orang sampai deburan ombak menjelang sunset, tentu saja tidak lupa menikmati suguhan kopi yang nikmat, yang ingin kuulang lagi kalau datang ke Kuta.

 

Waktu cepat berlalu, sehingga aku harus segera bergegas menuju bandara, meski masih ingin tinggal barang sejam dua jam, sayang tidak ada tawar menawar waktu, kalau ingin bisa pulang hari itu.

Esuk harinya, temenku memilih menu makan siang yang sangat menggoda, sup iga sapi, hhmmmmm….tidak ada aladan untuk tidak setuju, dan memang itu keputusan yang sangat tepat, karena sup iga sapi itu memang tiada duanya….nikmaaaaat….

Ketika sore hari saat bangun dari tidur siang akibat kenyang, aku trus kirim whatapps ke temanku, kalau badanku terasa ga enak, jawabnya,  ya ngga usah berangkat rapat.

 

Hari ke 4 demamku tidak kunjung pergi, maka aku terpaksa periksa ke dokter, diagnosis beliau aku kena tifus, tapi untuk meyakinkan aku harus cek darah. Dan hasilnya memang positif tifus.

Dari upayaku bertanya pada mbah google, kudapat info yanf mengatakan bahwa demam tifus akan muncul 24-48 jam kemudian. Aku berpikir bahwa kemungkinan aku kena waktu di Bali.

 

Namuh siang ini, aku baca artikel lagi tang mengatakan bahwa eemam tifus akan muncul 4-14 hari setelah kena bakteri. Aku jadi berpikir, berarti ada kemungkinan waktu aku makan malam di Jember yang sempat membuatku alergi, atau saat makan lumpia basah di Bandung yang sempat membuatku tengah malam kebelakang beberapa kali.

Aku masih bertanya dan mencari jawaban, karena menurut artikel di mbah google, tifus ditularjan melalui makanan dan minuman, bisa dengan perantara lalat.

Adakah pembaca yang punya pengalaman kena tifus dan tahu penyebabnya.

image

2 thoughts on “Darimana tifus ini kudapat

  1. Gusron Juni 25, 2014 / 2:14 am

    Saya pernah makan ikan gabus yg di santan………dan kepala ikan gabus saya makan termasuk insangnya say sedot2………..selang sehari langsung………….Gejala Tyfus ( makanan yg kurang bersih )

    • purwatiwidiastuti Juni 25, 2014 / 3:19 am

      Pak gusron,
      Terima kasih sharing pengalamannya
      Salam sehat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s