Akhirnya kunikmati a cup of luwak coffee…..hmmm nikmatnya….

“Nanti malam mau kemana?” Tanya p ak Ade Kepala Bagian Pengadaan PT Perkebunan Nusantara X (persero) setelah kami selesai meeting siang kemarin

“Mau kemana yaa..” pikirku bingung mau menjawab

“Nanti malam kami mau ke Rollaas Cafe, bagaimana ikut”  lanjut pak Ade begitu melihat kami bertiga tidak juga segera menjawab tawaran beliau

“Boleh” Jawabku segera menyahut tawarannya sebelum temenku sempat menjawab

“Oke, jam tujuh nanti siap dijemput ya” Tutup pak Ade sebelum kami berganti pikiran

Itu percakapan kami selesai meeting seharian kemarin. Betapa senang aku memikirkan akan segera mewujudkan angan dan citaku untuk merasakan kopi luwak yang sangat terkenal itu. Ya. PT Perkebunan Nusantara XII adalah salah satu produsen kopi luwak baik arabika maupun robusta. Aku sempat bangga dengan melihat kopi luwak produksi PT Perkebunan Nusantara XII (persero) terpajang di etalase ruang temu Gedung KBRI di Seoul Korea. Waktu itu kami berusaha untuk bisa mengunjungi importir kopi luwak dari keluarga kerajaan di Korea, namun birokrasi di Korea memang lumayan spesial, sehingga kami harus bersabar untuk menanti entah sampai kapan akan bisa berkunjung kesana.

Kopi luwak adalah biji kopi yang sudah matang kemudian dimakan binatang luwak, sungguh aneh ketika keluar lagi dari perut luwak biji kopi ini tidak hancur bahkan cenderung utuh, dan juga aneh lagi pembeli Jerman itu lebih suka membeli dalam bentuk utuh keluar dari binatang luwak…apa mungkin untuk meyakinkan bahwa yang mereka impor bener-bener kopi luwak yaaa….

Kopi ada dua yaitu kupi luwak arabika dan robusta, harga kopi arabika lebih mahal dari kopi robusta, kalau menurutku rasa kopi robusta agak sedikit asam sedangkan kopi arabika rasanya lebih pekat. Begitupun kopi luwak ada dua yaitu kopi luwak arabika dan kopi luwak robusta. Nach kopi luwak arabika juga lebih mahal dibanding kopi luwak robusta, tapi aku jadi ingat secangkir kopi sehari bisa mengusir jantung koroner…nach kalau bandingannya dengan biaya pengobatan jantung koroner maka mahalnya harga secangkir kopi luwak menjadi murah.

Ketika kami sampai di lobby sheraton malam kemarin, pak Ade sudah menunggu, siap mengajak kami untuk menuju Rollaas Cafe, cafe milikPT Perkebunan Nusantara XII (Persero) yang salah satunya ada di Tunjungan Plaza Surabaya, tempat kami nongkrong kemarin malam. Ketika buku menu tiba, maka tanpa membukanya lebih dulu, kubilang pesan kopi luwak arabika…aaacchhhh…meski kopi itu belum datang, tetapi impianku akan segera menjadi kenyataan.

Semua pesanan minuman sudah datang, kecuali pesanan kopi luwak arabika pesananku dan salah satu temanku. Aku semakin exciting, ketika dibilang bahwa nanti akan disajikan atraksi bagaimana menyajikan secangkir kopi luwak arabika dimeja tempat kami  berkumpul…wooouuuww….alangkah tak sabar hati ini menunggunya.

Akhirnya mbak risma, salah satu barista (sebutan untuk pembuat dan penyaji kopi) datang dengan membawa peralatan berbentu perapian kecil, cangkir kosong, secangkir kecil gula cair dan dua botol kaca yang ditumpuk terbaik dimana yang atas berisi kopi luwak sedang yang bawah berisi air.

Sebelum bercerita proses pembuatan dan penyajian kopi luwak, mbak risma bertanya, kenapa botol kaca yang atas diletakkan dalam posisi miring bukan dalam posisi tegak lurus. Salah satu temanku yang memang ahli analisis langsung menjawabnya..hahaha…adu ilmu juga yaaa….

Mbak risma, lalu mulai beraksi sambil menyalakan perapian dan bercerita bahwa dia akan merebus air sampai mendidih dan kemudian menutup lubang serta merubah posisi botol menjadi tegak lurus agar air dari botol yang bawah naik keatas. Yaa….memang setelah ditutup dan botol diletakkan tegak lurus, segera air yang dibawah terserap keatas dan berubah menjadi hitam warna kopi. Setelah air dibotol bawah  tinggal sedikit., maka botol digeser dari perapian dan kemudian botol bawah dimasukkan dalam wadah es, seketika botol dingin dan air yang berada dibotol atas meluncur kebawah…semua berjalan begitu cepat…aku dibuat takjub menyaksikannya. Setelah itu dia tuangkan air kopi dari botol kedalam cangkir kosong yang sudah disediakan dengan tidak lupa memberi saran, karena baru pertama kali merasakan kopi luwak arabika maka sebaiknya diminum tanpa gula, agar bisa merasakan sensasi aroma dan taste asli dari luwak coffee…hmmmm aroma harum kopi segera menyentuh lubang hidungku….tak sabar aku dibuatnya….. srupuuuutt…..hmmm….nikmatnya….alhamdulillah…akhirnya kunikmati a cup of luwak coffee….oouuughhh…serasa bangasawan dech rasanya…..

Saat kuketikkan postingan ini sambil duduk di lobi hotel di Makasar sore ini, aku masih bisa mengingat denga begitu jelas aroma harum kopi luwak arabika dari Rollaas Cafe…..karena begitu memorable pengalaman minum kopi luwak arabika di rollaas cafe, maka aku minta ampasnya mau kubawa ke Makasar…yaaa….dalam perjalanan tadi memang berulang kali kuhirup ulang aroma ampas kopi luwak yang kubawa…..hahahaha…..ga mau rugi yaaa….ampasnyapun dibawa…..

Siapa pernah merasakan sensasi minum kopi luwak? Samakah rasanya sebagaimana yang kurasakan?

Hmmmm….benar-benar nikmat…a cup of luwak coffee….

 

Iklan

2 thoughts on “Akhirnya kunikmati a cup of luwak coffee…..hmmm nikmatnya….

    • purwatiwidiastuti Juli 4, 2012 / 8:14 am

      enake tenaaan lho mas aditya hastungkoro….pernah nyoba lom?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s