“Mama sakit” kata temanku pada anak sulungnya

“Sakit apa ma?” tanya anaknya

“Iya, mama harus operasi” jawab temanku

Percakapan temanku dengan anak sulungnya tidak berlanjut karena dia merasa belum saatnya untuk memberitahu anak sulungnya tersebut terhadap miom yan g dideritanya, dan harus dioperasi kembali setelah sempat diambil waktu diketahui saat dia hamil anak ketiganya.

Apa itu miom

Menurut wikipedia, ensiklopedia bebas, Mioma Uteri (uterine myoma) adalah tumor jinak pada dinding rahim. Mioma juga disebut mioma, myom, tumor otot rahim atau tumor fibroid, karena berasal dari sel jaringan fibro.

Sebutan lain Mioma Uteri : Mium, Miom, Mioma, Mioma Uteri, Myoma Uteri, Uterine Fbroid, Uterine Leiomyoma, Myoma, Fibromyoma, Leiofibromyoma, Fibroleiomyoma, dan Fibroma

Jumlah penderita belum diketahui secara akurat karena banyak yang tidak merasakan keluhan sehingga tidak segera memeriksakannya ke dokter, namun diperkirakan sekitar 20-30% terjadi pada wanita berusia di atas 35 tahun.

Hal ini bisa dimaklumi, karena kebanyakan wanita sangat takut untuk memeriksakan diri apabila berkatian dengan tumor ataupun kanker terkait dengan alat reproduksinya. Meski mereka sadar, bahwa semakin dini diketahui semakin besar kemungkinan penyakit dapat diatasi, namun sepertinya sampai dengan saat ini ketakutan akan gema “kanker” lebih menakutkan daripada pengetahuan bahwa lebih cepat lebih baik….hehe..kayak iklan pemilu beberapa saat lalu yaa….

Jenis miom

Jenis miom mioma dapat berdasarkan lokasi dan lapisan uterus yang terkena:

  • ¬†Lokasi Cerivical (2,6%), umumnya tumbuh ke arah vagina menyebabkan infeksi. Isthmica (7,2%), lebih sering menyebabkan nyeri dan gangguan traktus urinarius. Corporal (91%), merupakan lokasi paling lazim, dan seringkali tanpa gejala.
  • Lapisan Uterus Mioma uteri pada daerah korpus, sesuai dengan lokasinya dibagi menjadi tiga jenis yaitu :
  1. Mioma Uteri Subserosa. Lokasi tumor di subserosa korpus uteri dapat hanya sebagai tonjolan saja, dapat pula sebagai satu massa yang dihubungkan dengan uterus melalui tangkai. Pertumbuhan ke arah lateral dapat berada di dalam ligamentum latum dan disebut sebagai mioma intraligamenter. Mioma yang cukup besar akan mengisi rongga peritoneal sebagai suatu massa. Perlengketan dengan usus, omentum atau mesenterium di sekitarnya menyebabkan sistem peredaran darah diambil alih dari tangkai ke omentum. Akibatnya tangkai makin mengecil dan terputus, sehingga mioma akan terlepas dari uterus sebagai massa tumor yang bebas dalam rongga peritoneum. Mioma jenis ini dikenal sebagai jenis parasitik.
  2. Uteri Intramural. Disebut juga sebagai mioma intraepitelial. Biasanya multipel apabila masih kecil tidak merubah bentuk uterus, tetapi bila besar akan menyebabkan uterus berbenjol-benjol, uterus bertambah besar dan berubah bentuknya. Mioma sering tidak memberikan gejala klinis yang berarti kecuali rasa tidak enak karena adanya massa tumor di daerah perut sebelah bawah. Kadang kala tumor tumbuh sebagai mioma subserosa dan kadang-kadang sebagai mioma submukosa. Di dalam otot rahim dapat besar, padat (jaringan ikat dominan), lunak (jaringan otot rahim dominan).
  3. Uteri Submukosa. Terletak di bawah endometrium. Dapat pula bertangkai maupun tidak. Mioma bertangkai dapat menonjol melalui kanalis servikalis, dan pada keadaan ini mudah terjadi torsi atau infeksi. Tumor ini memperluas permukaan ruangan rahim.
    Dari sudut klinik mioma uteri submukosa mempunyai arti yang lebih penting dibandingkan dengan jenis yang lain. Pada mioma uteri subserosa ataupun intramural walaupun ditemukan cukup besar tetapi sering kali memberikan keluhan yang tidak berarti. Sebaliknya pada jenis submukosa walaupun hanya kecil selalu memberikan keluhan perdarahan melalui vagina. Perdarahan sulit untuk dihentikan sehingga sebagai terapinya dilakukan histerektomi.

Gejala miom

Sebagian penyakit ini ditemukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan panggul rutin. Gejala yang timbul bergantung pada lokasi dan besarnya tumor, namun yang paling sering ditemukan adalah:

  • Perdarahan yang banyak dan lama selama masa haid atau pun di luar masa haid. Gejala ini terjadi pada 30 % pasien dengan mioma uteri.
  • Rasa nyeri karena tekanan tumor dan terputarnya tangkal tumor, serta adanya infeksi di dalam rahim.
  • Penekanan pada organ di sekitar tumor seperti kandung kemih, ureter, rectum atau organ rongga panggul lainnya, menimbulkan gangguan buang air besar dan buang air kecil, pelebaran pembuluh darah vena dalam panggul, gangguan ginjal karena pembengkakan tangkai tumor.
  • Gangguan sulit hamil karena terjadi penekanan pada saluran indung telur.
  • Pada bagian bawah perut dekat rahim terasa kenyal
  • Nyeri saat haid
  • Haid tidak teratur
  • Nyeri panggul
  • Pada mioma yang besar dapat terjadi penekanan pada organ disekitarnya, yang ditandai dengan gangguan buang air besar (sembelit), gangguan buang air kecil¬†(sering berkemih) dan nyeri saat berhubungan seksual
  • Pada bagian bawah perut dekat rahim terasa penuh dan membesar
  • Keluarnya mioma melalui leher rahim dengan gejala nyeri hebat, luka dan infeksi
  • Bendungan pembuluh darah vena daerah tungkai
  • Penimbunan cairan di rongga perut
  • Gejala anemia karena banyak kehilangan darah
  • Infertilitas (sulit hamil) dilaporkan sebasar 27-40%

Semoga bermanfaat

 

 

About these ads