jus kulit manggis buah-buahan“koq sepat ya” Tanya temanku setelah merasakan rebusan kulit manggis yang dijadikan sebagai wedang kulit manggis

“iya juga sich” jawabku padanya

“bahkan aku kalau merebus kulit manggisnya kebanyakan, jadi pahit” lanjutku

Itu sepenggal percakapan dengan temanku mengenai kulit manggis yang sedang ngetrend sekarang ini. Temanku ini bahkan kreatif memadukan kulit manggis dengan daun salam, katanya efeknya membuat badan jadi segar dan terasa fit. Boleh juga dicoba nich kapan-kapan. Ya, manfaat kulit manggis semakin dikenal banyak orang, sehingga banyak orang berkreasi dalam mengkonsumsinya untuk kesehatan.

Ternyata yang mengalami rasa sepat pada kulit manggis tidak hanya aku, bahkan bisa dikata mayoritas pengkonsumsi kulit manggis asli (tanpa campuran bahan apapun) cenderung merasakan rasa sepat ini. Dengan mencoba-coba berbagai cara, akhirnya bisa kutuliskan tips untuk mengurangi rasa sepat kulit manggis.

Kurangi jumlah kulit manggisnya. Baik itu dijus langsung atau direbus dan kemudian diminum air rebusan kulkit manggisnya. Semakin banyak kulit manggis yang digunakan semakin sepat rasa didapat, bahkan bisa menjadi pahit. Pada saat puncak musim manggis yang baru lalu, aku sering merebus 1015 buah kulit manggis untuk 2 kali minum, weeeekkk, rasanya ga enak sama sekali meski sudah ditambah madu, sekarang buah manggis dah mulai berkurang aku jadi cuma merebus 2-3 kulit manggis sekali rebus untuk dua kali minum. Ternyata selain menghemat, rasanyapun menjadi lebih pas. Lagian kalau kebanyakan kulit manggis yang direbus, maka selang beberapa saat setelah minum kepalaku juga serasa pusing, over dosis kali ya.

Tambahkan madu. Baik kulit manggis dikonsumsi dengan cara dijus maupun dengan direbus dulu, tambahkan madu secukupnya, untuk mengurangi rasa sepat. Aku biasanya menambahkan 2 sendok makan madu pada air rebusan yang pekat (kebanyakan kulit manggisnya) atau cukup sat sendok makan kalau airnya tidak pekat (2-3 kulit manggis).

Keringkan. Mengkonsumsi kulit manggis dengan cara dikeringkan dulu dibawah sinar matahari ternyata bisa mengurangi rasa sepat kulit manggis. Disamping rasa sepat, kepekatan warnanyapun berbeda dengan air rebusan kulit manggis segar. Aku tidak tahu apakah ini karena getah kulit manggisnya yang kering karena terpapar matahari atau karena sebab lain.

Nach, kayaknya beberapa bulan kedepan aku harus mengkonsumsi yang kering, karena musim manggis segera berlalu, untungnya aku sudah sempat mengeringkan lumayan banyak untuk konsumsi sendiri sambil menunggu musim manggis mendatang. Semoga cukup ya, tapi kalau nggak ya mungkin harus cari dihemat penggunaannya, hehehe….

Selamat mencoba tips ringan ini dan semoga bermanfaat.

About these ads