Pada musim queen of fruits alias manggis seperti ini buah manggis menjadi murah, sehingga hampir tiap hari selalu tersedia buah manggis dimeja makan, untuk dikonsumsi langsung ataupun kadang dijadikan campuran jus yang biasa dibuat tiap hari.

Minggu lalu adikku membeli manggis yang bisa dikata 75% tidak bisa dimakan, rasanya koq aneh ya, lha wong sudah biasa membeli manggis koq ya masih bisa sampai 75% buah yang dibeli tidak bisa dimakan dengan berbagai sebab, ada yang karena dalamnya sudah berwana coklat dan berbau tidak enak, ada yang karena kulitnya keras membatu sehingga tidak bisa dibuka, dan ada yang pecah lalu berjamur, ada pula yang enak tapi kemakan sama kulitnya jadi kena dech rasa sepat kulit manggis.

Wach, ternyata membeli manggis membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan ragam info buah manggis juga ya. Dari beberapa pengamatanku terhadap buah manggis yang dibeli adikku selama 2 minggu ini dan juga kucek dengan beberapa artikel di mbah google, aku bisa memberikan tips memilih buah manggis yang bagus, yaitu:

  • Kematangan. Manggis yang masih mentah dan berwarna hijau akan terasa tidak enak atau sepat dan tidak ada rasa manisnya, sedangkan kalau kadaluarsa kita tidak bisa menyantapnya karena sulit dibuka.
  • Warna buah sudah ungu kehitaman, warna ini sebagaiĀ  pertanda buah sudah masak dalam keadaan optimal. Warna buah manggis berubah seiring dengan kematangan buah dari warna hijau, kuning, coklat, lalu menjadi merah. Merah inipun bertingkat dari merah menjadi coklat kemerahan, ungu kemerahan dan terakhir paling bagus adalah ungu kehitaman alias buah sudah masak sempurna. Kalau membeli mendapatkan warna yang ungu kehitaman ini, maka kita mendapatkan buah yang terbaik.
  • Siap santap. Meskipun buah sudah tidak mentah alias tidak berwarna hijau lagi yang berarti sudah berwarna merah, coklat kemerahan dan ungu kemerahan tidak bisa langsung disantap karena getahnya masih banyak saat dipetik, sehingga perlu pemeraman beberapa hari agar warnanya berubah menjadi ungu kehitam-hitaman. Untungnya dulu waktu kecil dibelakang rumah budhe ada pohon manggis selalu tersedia manggis yang sudah siap santap untuk keponakan yang datang dari jauh, kalaupun terpaksa kepingin dan sedang tidak ada yang siap santap, ya terpaksa petik langsung dimakan dengan segala konsekuensi kena getah dimana-mana.
  • Lihat bagian bawah buah. Disisi bawah buah manggis ada semacam kelopak, yang waktu saya kecil selalu untuk tebak-tebakan dengan teman mengenai jumlah biji didalamnya. Pilih yang bijinya diatas empat, yang berarti akan lebih banyak daging yang bisa dimakan, kalau kurang dari empat biasanya isinya besar-besar alias daging buahnya lebih sedikit.
  • Tangkai dan kelopak. Pilih yang tangkainya masih hijau, kelopak masih komplit dengan warna yang sama dengan tangkainya.
  • Empuk. Raba dan pencet buah manggis, jangan terlalu keras, nanti rusak dan bisa dimarahi penjualnya. Buah yang sudah empuk menunjukkan buah yang sudah masak, sedang kalau keras menunjukkan buahnya sudah kadaluarsa atau terlalu tua. Inilah uniknya buah manggis, semakin tua bukan semakin lunak tetapi justru semakin keras.
  • Hindari getah kuning. Ayahku mengatakan ini blendok, dulu kupikir getah kuning kayak damar kuning ini penyakit, ternyata setelah aku baca di MMAIPB, getah kuning ini akibat buah terjatuh dan penyok saat dipanen, atau memar sewaktu diangkut. Memar ini menimbulkan getah dan berubah menjadi kuning, kalau terdapat kuning diluar didalam pasti kuning, meski diluar getah kuningnya cuma sedikit didalam bisa lebih banyak. Getah kuning ini menimbulkan rasa pahit jika termakan.
  • Pilih buah yang kecil sedang. Semakin besar buah, semakin besar biji didalam sehingga yang termakan lebih sedikit. Sehingga kalau ingin makan buahnya, pilihlah yang kecil sedang, tetapi bila pingin mengambil manfaat dari kulit buahnya pilihlah yang besar-besar. Karena buah yang besar, kulitnya juga semakin tebal.

Selamat memilih buah manggis.

About these ads