main gitarSetelah memahami secara awam mengenai syaraf kejepit, aku mencari jawaban atas pertanyaan di kepalaku ini mengenai apa sich nyeri punggung itu. Karena yang kurasakan adalah nyerinya, nggak ngerti apa syarafnya kejepit atau tidak. Kalau aku tanya teman-teman smaku mereka malah ketawa, katanya khan itu sudah gandengannya orang tua, alias manusia menua dan masalah tulangpun mulai bermunculan. Ada benarnya juga kataku, tetapi aku sering lihat simbah-simbah yang bongkok dan memanggul kayu bakar dipunggungnya koq nggak bermasalah. Inilah yang menggugahku untuk mencari, apa sebenarnya nyeri punggung itu.

Punggung merupakan bagian tubuh manusia yang sering terasa nyeri (peringkat kedua setelah nyeri/sakit kepala). Hampir setiap orang pernah mengalami nyeri punggung, paling tidak sekali selama hidupnya.

Nyeri punggung dapat timbul secara mendadak dan hanya berlangsung selama beberapa hari atau minggu. Pada pasien lain, nyeri punggung terjadi secara perlahan-lahan dan berlangsung lebih lama. Nyeri punggung dapat berupa perasaan “kemeng”, sakit menyengat atau panas, dan “ngilu”.

Banyak masyarakat awam yang biasanya langsung beranggapan bahwa nyeri punggung disebabkan oleh penyakit ginjal (yaitu, batu ginjal). Ada yang beranggapan penyakit rematik atau osteoporosis. Anggapan tersebut tidak salah, namun tidak tepat karena hanya sebagian kecil nyeri punggung yang benar-benar disebabkan oleh batu ginjal, penyakit rematik atau retak mikro tulang belakang akibat osteoporosis.

Nyeri punggung dapat dirasakan mulai dari bagian atas, yaitu daerah leher, sampai ke daerah punggung bawah. Daerah punggung yang paling sering terasa nyeri adalah punggung bagian bawah, karena daerah tersebut paling banyak menerima beban berat tubuh bagian atas.

Punggung merupakan struktur penyangga sekaligus penghubung tubuh bagian atas dengan bagian bawah. Komponen utama punggung adalah tulang belakang, yang tersusun atas ruas-ruas tulang belakang, mulai dari bagian leher sampai tulang ekor (Gambar 1).

Gambar 1. Ruas-ruas tulang belakang.

Ada sekitar 32-33 ruas tulang yang menyusun tulang belakang; 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung atas, 5 ruas tulang punggung bawah, 5 ruas tulang sakrum (saat dewasa menyatu menjadi sebuah ruas saja) dan 3-4 ruas tulang ekor. Ruas-ruas tulang belakang tersebut saling berhubungan melalui persendian.

Di dalam tulang belakang terdapat sebuah rongga memanjang dari tulang leher sampai ekor yang menjadi tempat berjalannya saraf (sumsum) tulang belakang. Dari saraf tulang belakang ini berjalan sekitar 60an saraf tepi melalui lubang-lubang yang terdapat di samping kanan-kiri tulang belakang (Gambar 2). Disebut saraf tepi, karena otak dan saraf tulang belakang dikenal sebagai saraf pusat.

Saraf tepi akan berjalan dari sumsum (saraf) tulang belakang sampai ke daerah paling tepi yaitu otot dan kulit tubuh mulai dari leher, anggota gerak atas, dada, perut, seluruh bagian punggung, pantat dan kedua tungkai bawah. Oleh karena itu, kelainan pada saraf (sumsum) tulang belakang dan saraf tepi dapat menimbulkan gejala pada anggota gerak, baik berupa nyeri, kesemutan atau bahkan kelumpuhan.

Gambar 2. Saraf (sumsum) tulang belakang dan saraf tepi.

Selain ruas-ruas tulang belakang, punggung juga tersusun atas otot dan ligamen (sejenis otot). Otot dan ligamen tersebut melekat dan membungkus tulang belakang  menjadi satu kesatuan yang kokoh tetapi lentur dapat bergerak ke depan, belakang, samping dan berputar.

Gambar 3. otot punggung

sumber: beritagkmi.com

About these ads