Among tamu3Orang sering dan bahkan kebanyakan membahas tentang kolesterol dan menganaktirikan trigliserida, padahal mereka itu seperti saudara sekandung. Keduanya baik kolesterol maupun trigliserida adalah ukuran lemak darah. Biasanya orang yang kolesterolnya tinggi atau LDLnya tinggi, trigliseridanya juga tinggi, meski itu tidak selalu terjadi, contohnya aku sendiri, meskipun total kolesterol dan LDLku tergolong tinggi tetapi trigliseridaku masuk ukuran normal.

Setelah bertahun-tahun dianaktirikan kini para periset menemukan kadar trigliserida tinggi kemungkinan menjadi indikator bermakna untuk stroke dan penyakit jantung, berapapun total kolesterolnya.

Masih ingat tulisanku tentang trigliserida khan? Trigliserida merupakan salah satu fraksi lemak yang terdapat dalam makanan maupun darah kita. Orang kegemukan, trigliseridanya dalam bentuk “gajih” bisa berbobot puluhan bahkan ratusan kilogram, tetapi bagi orang kurus kelebihan trigliseridnya disimpan dalam darah alias hipertrigliseridemia.

Kelebihan trigliserida sama tinggi risikonya dengan kelebihan kolesterol. Sama-sama berisiko terhadap penyakit jantung koroner. Bedanya, kelebihan trigliserida bisa mengganggu kerja kelenjar ludah perut alias pankreas, sehingga bisa muncul keluhan nyeri ulu hati alias maag, karena lokasinya yang berdekatan. Jadi wajar jika keluhan ini diobati dengan obat maag tidak akan menyelesaikan masalah.

Apabila trigliserida tinggi, kurang olah raga, maka kelebihan trigliserida ini akan diubah menjadi kolesterol, baik LDL mapun HDL. Apakah akan menjadi LDL atau HDL, tergantung pada asam lemak yang dikandungnya. Bila kandungan lemak jenuh, maka akan diubah menjadi LDL, begitupun sebaliknya, bila kandungannya lemak tak jenuh akan diubah menjadi HDL.jalan sehat

Berapa sich kadar ukuran trigliserida? Ada beberapa kategori  yang dijadikan acuan. Aku biasa memeriksakan lemak darah tiap akhir tahun, dua institusi yang berbeda mempunyai acuan angka yang berbeda. Meski tidak begitu signifikan menurutku. Namun secara umum kadar trigliserida digolongkan dalam kriteria:

  • Ideal        < 150 mg/dl
  • Batas tinggi    150 – 199 mg/dl
  • Tinggi        200 – 499 mg/dl
  • Sangat tinggi    >= 500 mg/dl

Apa pentingnya kita mengetahui kadar trigliserida kita dan menurunkannya? Ada tiga alasan:

  • Studi terkini yang diterbitkan American Journal of Clinical Nutrition menemukan, jika kadar trigliserida tinggi, maka kita berisiko dua sampai tiga kali lebih tinggi terkena penyakit jantung dan stroke, kendati kadar kolesterol kita rendah. Trigliserida salah satu unsur pembentuk sumbatan pembuluh darah
  • Obat penurun trigliserida mempunyai efek samping serius. Itu sebabnya American Heart Association menganjurkan obat hanya dipertimbangkan sesudah tatalaksana alamiah untuk menurunkan kadar trigliserida gagal
  • Diet yang baik untuk menurunkan kadar trigliserida menunjukkan risiko stroke dan kematian mendadak cardiac sampai hampir separonya.

Untuk meminimalkan risiko secara total, usahakan untuk mendapatkan angka dibawah 150 mg/dl.

Tetapi harap diingat, tingginya kadar trigliserida tidak datang tiba-tiba sehingga kalau berniat ataupun berusaha menurunkannya jangan berharap akan langsung turun drastic kecuali dengan obat-obatan, sehingga kita harus telaten, disiplin dan sabar untuk menjalani upaya penurunan trigliserida.

About these ads