streching during sunrise“Mohon do’anya agar operasi pemasangan sten teman kita berjalan sukses” demikian bunyi sms dari dr. Ary Sylvia Kepala Rumah Sakit Gatoel Jawa Timur saat mendampingi salah satu kliennya yang juga kolega dekatku untuk pemasangan sten di salah satu rumah sakit besar di Surabaya.
Mungkin ini salah satu tindak lanjut saat kolegaku ketika menelpon suatu sore dari Bandung karena merasa seluruh badan lemas dan sempat muntah-muntah. Ketika beliau sudah sehat, aku tanya
“Berapa kadar kolesterolmu?
“Kolesterol total 171 (dibawah 200), sedangkan HDL 27” jawabnya
“Wach HDLmu terlalu rendah tuch, mesti dinaikin” komentarku saat itu.
“Bagaimana caranya?” Tanyanya lebih lanjut.
“ Ntar tak nulis tentang naikin HDL” jawabku.

Setelah berburu artikel sana-sini, kupikir kondisi kolegaku inilah merupakan salah satu bukti bahwa HDL rendah (dibawah 40) mempunyai risiko tinggi kena jantung koroner, sebagaimana 2 kolegaku yang lain. Hal ini sering luput dari pembahasan, hampir semua artikel membahas bahayanya kolesterol tinggi. Maka kutulis artikel ini dengan melihat dari sudut kolesterol tinggi dan juga rendah serta bagaimana meningkatkannya bila kolesterol terutama kolesterol baiknya rendah.
Perlu kita pahami bahwa kolesterol dan lemak merupakan substansi yang berbeda. Satu makanan bisa tinggi lemak, tetapi bebas kolesterol, misalnya minyak zaitun. Makanan lain bisa rendah lemak tetapi tinggi kolesterol, seperti ginjal.
Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Lemak juga merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi.

Kolesterol sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh dan pembentukan hormon-hormon steroid.
Prof. DR. Made Astawan, MS, ahli teknologi pangan dan gizi dari IPB, mengatakan meskipun dianggap berbahaya, kolesterol tetap dibutuhkan tubuh. Manusia rata-rata membutuhkan 1.100 miligram kolesterol per hari untuk memelihara dinding sel dan fungsi fisiologis lain. Dari jumlah tersebut 25-40 persen atau sekitar 200-300 mg secara normal berasal dari makanan, selebihnya disintesis oleh tubuh.

Namun, apabila kolesterol dalam tubuh berlebihan, maka akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan suatu kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Bagi Anda yang berusia lebih dari 20 tahun, National Cholesterol Education Program merekomendasikan beberapa hal: streching
•    Total kolesterol kurang dari 200 mg/dL
•    Kadar kolesterol HDL lebih dari 40 mg/dL
•    Kadar kolesterol LDL kurang dari 100 mg/dL
•    Kadar trigliserida kurang dari 150 mg/dL.

Setiap peningkatan 10 mg / dl LDL-C menaikkan 10 % resiko penyakit jantung koroner, sementara peningkatan 5 mg / dl HDL-C sebaliknya menurunkan 10 % resiko. Maka kita harus melihat komposisi kolesterol itu sendiri, tidak sekedar total kolsterol serta berapa besaran rasio kolesterol total dengan HDL dan rasio LDL dengan HDL.

Kita meski waspada, walaupun total kolestreol rendah tetapi HDL juga rendah, seperti yang dimiliki kolegaku tersebut, tetapi kalau dihitung rasionya, memang rasio total kolesterol terhadap HDL ketemu  6,33 (idealnya dibawah 5), katakan LDLnya 120, maka rasio LDL terhadap HDL ketemu 4,44 (idealnya dibawah 3).

Apabila kolesterol total normal, (kurang dari 200 mg/dL), kolesterol LDL yang tinggi (diatas 100) atau HDL yang rendah (dibawah 40) justru akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui seluruh angka-angka kolesterol.

Tetapi, kenapa sich koq kita perlu meningkatkan HDL?

High density lipoprotein (HDL) bertugas membawa kolesterol dari darah kembali ke hati yang kemudian akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai cairan empedu.
HDL berisi lebih banyak protein dibandingkan proporsi protein LDL. HDL membawa sekitar 20% sampai 30% cholesterol dalam darah.

Tidak seperti LDL, pekerjaan dari HDL adalah untuk menghapus kelebihan cholesterol dari sel dan dinding arteri dan kemudian mengantar cholesterol kembali ke hati untuk dibuang. Dalam operasinya ini, seperti dikutip dari situs Yayasan Jantung Indonesia, HDL membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Sebab itu, HDL kemudian disebut sebagai kolesterol baik.

strechingSemakin banyak HDL yang kita miliki, maka akan semakin banyak kelebihan kolesterol yang mampu kita buang. Secara keseluruhan, HDL adalah “baik” karena bisa memperlambat atau bahkan membalikkan perkembangan aterosklerosis. Ketika aterosklerosis terjadi pada arteri koroner (arteri yang memasok darah bagi jantung), lama kelamaan otot jantung jadi kekurangan darah kaya oksigen dan nutrisi.  Jika dibiarkan, otot jantung bisa mati dan timbullah serangan jantung. Seperti pada kasus kolegaku diawal artikel ini, makanya perlu dipasang sten untuk memperlancar aliran darah ke jantung.

Tetapi tidak selalu HDL rendah trus kena serangan jantung lho ya, karena ada bukti temuan lebih 25 tahun lalu. di Desa Limne Sul Gardia, Italia Utara, kendati rata-rata penduduknya rendah saja kadar HDL-nya, kejadian penyakit jantung koronernya tidaklah banyak. Mengapa? Ternyata kedapatan jenis protein khusus di dalam HDLnya. Partikel protein ini yang memiliki kemampuan mengerok plak karat lemak dari dinding pembuluh darah. Berhubung kita tidak bisa yakin daerah kita atau Negara kita ini seperti Desa Limne Sul Gardia, di Italia itu, ya sebaiknya kita ambil cara aman dengan mengusakahan HDL yang tinggi.

Yuuk kita tingkatkan HDL agar hidup lebih menyenangkan.

About these ads